Tanggapan Deddy Mizwar soal Ratusan Ton Limbah Medis Numpuk di TPS : Okezone News Hot News

Hot News



CIREBON – Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar menegaskan pihak Kepolisian dan Pemerintah Kabupaten Cirebon harus mengusut dan menindak tegas oknum-oknum terkait limbah medis yang menumpuk di tempat pembuangan sampah (TPS) Desa Panguragan Wetan, Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon.

“Ini sudah melanggar aturan, oknumnya harus ditindak tegas dan ditahan,” kata Deddy saat melakukan kunjungan kerja di Cirebon, Sabtu 9 Desember 2017.

Deddy menerangkan, harusnya sampah medis harus dibuang di tempat khusus. “Limbah medis ini jangan dibuang sembarangan, terlebih di TPS umum yang dekat dengan permukiman warga,” tuturnya.

Sekedar diketahui, ratusan ton limbah medis berupa jarum suntik, tabung suntik, vaksin, plastik bekas jarum infus, tali jarum infus dan tabung sampel darah menumpuk di tempat pembuangan sampah Desa Panguragan Wetan, Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon, Hermawan mengungkapkan pihaknya akan mengangkut dan memusnahkan limbah medis hari ini juga, dengan menggunakan alat berat serta mobil pengangkutnya karena limbah medis ini sangat membahayakan masyarakat sekitar.

“Kepada para pengusaha agar tidak membuang sampah medis sembarangan karena bisa menimbulkan virus,” tegasnya.

Untuk sementara, pihaknya hanya melakukan upaya preventif kepada para pengepul sampah karena ini juga menyangkut mata pencaharian. Namun jika masih seperti ini ia tak segan-segan akan menindak tegas.

(Baca juga: Ratusan Ton Limbah Medis yang Menumpuk di Cirebon Akhirnya Dimusnahkan)

“Kalau masih begini terus kami akan terapkan Pasal 111 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Lingkungan Hidup dengan ancaman enam tahun penjara,” pungkasnya.

Sanggar Lingkungan Hidup (SLH) Cirebon, Cecep Supriyatna mengungkapkan limbah medis tersebut ada sejak 2013 setiap tahunnya jumlah limbah tersebut diperkirakam semakin banyak, dengan banyaknya limbah medis ini ia menduga adanya pengolahan limbah medis secara ilegal, pasalnya ia menemukan adanya sejumlah limbah medis yang masih bisa dipakai didaur ulang.

Menurutnya, limbah medis yang menumpuk di tempat pembuangan sampah itu diduga dari rumah sakit wilayah Tangerang yang dikirim ke pengepul sampah di Kawasan Panguragan Kabupaten Cirebon. Limbah medis ini beresiko besar menyebarkan virus dan zat beracun lain.

Berdasarkam prosedur, limbah medis seharusnya langsung dimasukkan ke dalam Insenerator pembakaran dengan pengawasan yang sangat ketat.

“Ini sudah melanggar Undang-Undang Lingkungan, limbah medis tersebut banyak berdampak negatif bagi masyarakat,” ungkapnya kepada wartawan, Kamis 7 Desember 2017.

(qlh)

sumber berita