Danau Dadakan di Gunungkidul Jadi Tontonan Warga | Gunung Kidul Hot News

Hot News

Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu Gunungkidul jadi tontonan karena adanya danau dadakan yang disebabkan amblesnya sebuah luweng.

Solopos.com, GUNUNGKIDUL- Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu tercatat menjadi salah satu desa yang cukup parah terdampak banjir akibat Badai Cepaka pada Selasa (28/12/2017) lalu. Namun beberapa hari ini desa malah jadi tontonan karena adanya danau dadakan yang disebabkan amblesnya sebuah luweng.

Sebuh kertas putih bertuliskan “Menuju Luweng Blimbing” tertempel di pohon-pohon pinggir jalan Dusun Serpeng Wetan, Desa Pacarejo. Beberapa kertas yang menempel tersebut menjadi petunjuk arah bagi para pengunjung yang hendak melihat dari dekat Luweng Blimbing.

Kertas tertempel sampai lokasi pinggir luweng untuk memastikan pengunjung sampai dan melihat bagaimana luweng berubah lebar layaknya danau.

Namun sekitar 100 meter sebelum luweng, para pengunjung yang membawa kendaraan harus terhenti untuk memarkir kendaraan di sebuah pinggir jalan teduh di bawah pepohonan. Di sana seorang warga telah bersiaga menjaga motor atau mobil para pengunjung. Di lokasi parkiran sebuah kotak kardus bertuliskan sumbangan suka rela bagi pengunjung diletakkan.

Setelah memastikan kendaraan dalam lokasi yang aman, sejumlah pengunjung kemudian berjalan kaki melewati ladang jagung dan kacang di samping kanan dan kiri. Dekat sebelum sampai pinggir luweng, sejumlah pedang telah duduk menunggu pembeli. Ada yang menjajakan bakso bakar, pisang godong, serta minuman dari mulai es teh hingga es krim.

Sesampainya di pinggir luweng, puluhan pengunjung telah berdiri dan sebagian mencari tenpat teduh untuk sekedar melihat panorama atau berswafoto. Salah seorang pengunjung asal Desa Jeruk Wudel, Kecamatan Girisubo, Dendy Prasetyo mengaku sengaja mengunjungi lokasi danau dadakan itu lantaran menjadi perbincangan hangat di media sosial. Hal itu pun membuatnya penasaran dan ingin melihat langsung ke lokasi. “Ternyata memang luas seperti danau,” ujarnya, Kamis (7/12/2017).

Tak jauh berbeda dengan dengan Warga Dusun Kenteng, Desa Pacarejo Parmadi juga sengaja datang meluangkan waktu untuk menuntaskan rasa penasarannya. Beberapa hari terakhir teman-temannya sibuk membicarakan tentang Luweng Blimbing yang bertambah luas menyerupai danau hingga membuatnya penasaran untuk melihatnya langsung. “Penasaran ingin saja ceburi supaya tahu sebenarnya seberapa dalamnya,” kata dia.

Bersama dengan putri kecilnya, Parmadi duduk di atas batu berjarak sekitar 20 meter dari bibir luweng. Keinginanya untuk berjalan lebih dekat ke pinggir luweng tertahan rengekan sang anak.

Dalam gendongannya, sang anak merengek takut saat diajak mendekat ke pinggir luweng. Padahal sejumlah orang yang tengah berdiri di pinggir luweng beberapa kali memanggilnya untuk berfoto.

LOWONGAN PEKERJAAN
SMK MUHAMMAADIYAH PROGRAM KHUSUS (PK) KARTASURA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

sumber berita